7 kata yang sering salah kaprah di kehidupan kampus  : Anakui

7 Kata yang Sering Salah Kaprah di Kehidupan Kampus
by hendrifhrz
Hello, fellas! Pada postingan ini, anakUI.com akan mengulas sedikit tentang kata-kata yang sering digunain temen-temen semua, ternyata terdapat salah kaarah di dalamnya, baik dalam arti maupun penggunaannya. Kira-kira apa aja sih tuh? Yuk langsung disimak aja!

***

1. Gabut
“Gue lagi gabut nih.”

“Dosen gue gabut banget.”

“MPKO atau MPKS apaan ya yang kira-kira gabut?”

..….

Niscaya kamu tidak akan mendapatkan makna dari semua itu, sobat-sobat mahasiswa… karena yang namanya Gabut jika kita jabarkan dengan teliti dan saksama adalah Gaji Buta, di mana istilah ini ditujukan untuk seseorang yang mendapatkan penghasilan tetapi nyatanya sangat sedikit—atau bahkan sama sekali—tidak ada hal yang ia lakukan dalam pekerjaannya itu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Gabut menjadi luas maknanya dan disalahartikan menjadi suatu keadaan di mana seseorang tidak melakukan apa-apa, sedang santai, atau bahkan sebenarnya ia sedang melakukan sesuatu tetapi tidak menghasilkan apa-apa.

Kesimpulannya, pernyataan yang kamu utarakan itu salah, karena emang kamu ga digaji untuk melakukan semua itu. Jadi, ga makan gaji buta dong kalo ga ngapa-ngapain? Duh, kok serius amat mz bacanya…

 

2. OTW
Otw or on the way juga sering disalahgunakan dalam kehidupan kita di kampus. Sering kali kita menyamakan otw dengan berangkat, padahal dari penjabarannya dan penerjemahannya aja udah jauh beda. On the way artinya kurang lebih adalah lagi di jalan, tapi banyak mahasiswa ataupun orang awam lainnya yang menggunakan istilah ini dengan maksud keberangkatan.

“Lagi di mana?”

“Masih di rumah nih bentar lagi otw kampus…”

.….

Sebentar lagi otw. Sebentar lagi on the way. Iya, sebentar lagi… gue ada di jalan.

 

3. Acuh
Seringkali kita mendengar kata acuh di lirik-lirik lagu yang menggambarkan ketidakpedulian atau seseorang yang sedang dicuekin sama kekasihnya. Atau bahkan, kita juga sering menggunakan kata acuh sebagai penunjuk rasa cuek dan ga peduli.

Padahal, sebenernya acuh ini menggambarkan kepedulian. Mungkin asal muasal sesat pikir atau salah kaprah dalam kata acuh ini adalah acuh terdengar seperti orang yang sedang membuang ludah; “a…cuh…!” (kemudian hening), jadi seakan-akan acuh itu artinya adalah bodo amat dan tidak peduli. Nyatanya? Sebaliknya.

 

4. Anniversary
Nah, kalo baca yang ini hati-hati ya… takut ada yang tersinggung atau malah terbawa perasaan karena ga pernah diucapin HEHEHE. Banyak dari kita yang mengucapkan ke temen yang sedang merayakan hari jadi bulanan dengan ucapan “Happy Anniversary”. But, itu salah besar. Anniversary itu hitungannya pertahun teman-teman, bukan per bulan. Jadi buat yang sering ngucapin Anniversary ke temennya, udah mulai dihilangin ya kebiasannya, diganti jadi Monthversary or everything else yang menggambarkan hari jadi per bulan. Eh, kasian banget ngucapin mulu, diucapinnya kapan?–

 

5. Absen
“Bro, tipsen dong…”

“Absenin gue dong bro…”

“Hari ini ga diabsen?”

Waduh, pasti kata-kata ini udah mengendap di dalam telinga kita setiap hari. Mungkin temen-temen udah tau di mana letak kesalahannya, tapi tetep melakukan kesalahan yang sama. Yup! Absen itu berarti tidak hadir, lawannya adalah presensi yang artinya kehadiran. Jadi, kalo kamu sering atau pernah titip absen sama temen kamu dan ternyata pas kamu cek tetapi kehadiran kamu tetep ga ada, ya… jangan salahin temen kamu. Kan kamu nitipnya absen, berarti kamu menitipkan diri kamu sendiri bahwa kamu emang ga hadir hari itu.

 

6. Boring
Kalo ada temen kamu yang bilang “Aduh, gue boring nih”. Bales aja dengan mangkak dan arogan “Iya bro, lo emang boring….”

Karena boring secara harfiah dan terjemahan artinya adalah membosankan. Secara ga langsung temen kamu itu telah mendeklarasikan dirinya sendiri bahwa dirinya itu membosankan. Sebenernya maksudnya adalah “Gue lagi bosen”, tapi penyampaiannya aja yang salah. Harusnya, “I’m bored” atau “Gue bored nih”. Itu baru tepat dan penyampaiannya sesuai dengan konteks dan kondisi kamu saat itu.

 

7. Kita
Kita? Lo aja kali gue engga. Ga deng. Well, sekarang kata “kita” dan “kami” udah tipis perbedaan dan penggunaannya. Akan tetapi, “kita” dan “kami” ini bisa fatal banget jika digunakan dalam konteks dan maksud yang salah. Sesat pikir lagi. Kata “kita” mencakup banyak orang, termasuk diri kamu sendiri dan orang yang kamu ajak ngobrol, sementara “kami” mencakup banyak orang termasuk kamu, tapi tidak termasuk orang yang kamu ajak ngobrol. Jadi, jangan baper kalo suatu saat ada orang yang ngomong kita-lo-aja-kali-gue-engga, karena mungkin kamu ngomong menggunakan “kita” tapi dalam konteks orang yang kamu ajak ngobrol tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Ya gitu deh intinya. Ribet amat ya.

 

 

***

Kata-kata di atas ga cuma sering salah digunain di kehidupan kampus doang sih, di kehidupan sehari-hari bahkan juga sering. Udahan ah, serius-serius amat. Bahasa mah sabeb ye ga yang penting sama-sama ngerti dan ga menimbulkan salah paham. Tapi, ga ada salahnya juga kok untuk mulai membiasakan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Buat temen-temen yang mau nambahin juga boleh banget nih isi di kolom komentar. Dah ah sans ae. Bhay!

Sumber :